kW: Jangan sampai bingung

Di blog terdahulu, disebutkan bahwa ada ukuran kapasitas AC dalam bentuk kW di mana 1 pk = 9,000 btuh = 2.5 kW (cooling). Perlu kita perhatikan betul bahwa kW (cooling) ini tidak sama dengan kW listrik.

Menurut standard international, 1 kW (cooling) = 3,412 btuh.  Satuan kW (cooling) ini juga lebih akurat daripada PK.  Contoh, bila AC 1 pk = 2.5 kW (cooling) = 9,000 btuh, AC 1.5 pk = 3.5 kW (cooling) = 12,000 btuh, bukan 3.75 kw (cooling).  (Mengapa demikian?  Lihat blog sebelumnya).

Satuan kW cooling ini biasa digunakan oleh merk AC buatan Jepang terutama Daikin yang menggunakan kW pada seri AC nya.  Misalnya, FTKD-25-RKD sudah pasti 1 pk karena angka “25″ di sana menunjuk pada kapasitas AC tersebut yaitu 2.5 kW (cooling) = 9,000 btuh alias 1 pk sedangkan FTE50 berkapasitas 2 pk karena angka “50″ di sana berarti 5 kW (cooling) = 18,000 btuh = 2 pk.

Sekali lagi kW di sini adalah kW cooling dan bukan kW listrik.  kW listrik atau biasa disebut kW input merupakan besaran konsumsi daya listrik unit AC.

Secara umum, bisa ditentukan bahwa AC standard (non-inverter) dengan kapasitas 1 pk (9,000 btuh) mengkonsumsi daya listrik sebesar 900 Watt.  AC 1.5 pk (12,000 btuh) sebesar 1,200 Watt dan AC 2 pk (18,000 btuh) sebesar 1,800 Watt dst dst.  Berapa tepatnya konsumsi listrik unit AC di rumah bisa kita lihat dari buku petunjuk yang disertakan dalam dos AC atau di name plate aluminium kecil yang ada di unit outdoor (mesin) AC.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

PK: kapasitas AC yang kurang akurat

Bila kita bicara tentang kapasitas AC, sudah tentu kata PK melintas di benak kita.  Tetapi sebenarnya, PK bukanlah satuan kapasitas AC yang paling tepat dan akurat.

Satuan yang lebih tepat dan akurat adalah btuh (british unit) dan kW (metric unit).  Jangan menyamakan kW di sini dengan kW listrik (lihat blog selanjutnya).

Menurut standard international 1 pk = 9,000 btuh = 2.5 kW (sekali lagi, ini kW cooling, bukan kW listrik).  Bila kita melihat buku petunjuk yang ada di dalam dos unit AC yang kita beli, kita bisa menemukan informasi berapa btuh atau berapa kW (cooling) kapasitas AC yang kita beli ini.

Mengapakah PK bukan satuan yang baik?  Mari kita lihat keterangan berikut ini.

Memang untuk AC yang biasa kita gunakan di rumah 1 pk pas sama dengan 9,000 btuh.  Tetapi bila kita lihat buku petunjuk di dos AC tersebut, AC 1.5 pk ternyata bukan 13,500 btuh tetapi hanya 12,000 btuh.  AC 2 pk juga pas 18,000 btuh tetapi AC 2.5 PK bukan 22,500 btuh tetapi malah 24,000 btuh.

Dari sini kelihatan bahwa satuan PK yang digunakan secara luas ini kurang akurat.  Bila mau dibuat akurat sesuai aturan 1 PK = 9,000 btuh, maka yang kita sebut 1.5 PK harus kita ubah menjadi 1.3 pk dan yang kita sebut 2.5 pk harus kita ubah menjadi 2.8 PK.  Kurang enak di lidah ya?

Akibat kebiasaan menggunakan satuan PK secara kurang akurat, 2 set AC 1.5 pk (12,000 btuh) tidak sama dengan kapasitas 1 set AC 3 pk (2 x 1.5 = 3, bukan?) tetapi malah sama dengan 1 set AC 2.5 pk (24,000).  Tidak pas bukan?

Oleh karena itu, untuk proyek-proyek serius atau besar, biasa para konsultan menggunakan satuan btuh, dan bukannya PK.  Satuan PK ini digunakan luas oleh masyarakat umum saja.

Posted in Uncategorized | 7 Comments

Service AC perlu tambah freon?

Kita pasti sering memanggil tukang ac untuk mencuci ac di ruangan / kantor / rumah kita.  Biasanya ac kita cuci ketika ac kita terasa tidak dingin, atau ada air menetes dari unit ac ke dalam ruangan / kamar kita, atau ac kita rusak / tidak bisa menyala

Hal yang paling sering terjadi kita men-service cuci ac adalah tukang service ac akan mengatakan bahwa ac kita perlu tambah freon.  Benarkah demikian?

Freon bukanlah gas yang habis dipakai oleh ac.  Freon hanya akan berkurang / habis apabila ada kebocoran pada unit ac atau instalasi pipa nya, bukan habis terpakai.

Bila kita mengiyakan, belum tentu kok tukang ac menambahkan freon.  Mereka bisa aja hanya memasang selang tetapi tidak membuka kran tabung freon.  Celakanya, bila kita mengatakan tidak perlu tambah freon karena tidak ada yang bocor (kita jadi kelihatan “pintar” ya), tukang ac bisa secara diam-diam membuka kran koneksi pipa di outdoor unit.  Secara perlahan-lahan freon akan berkurang / habis.  Setelah unit ac selesai dicuci, tukang ac akan mengatakan, “lho gak dingin, kurang freon”.

Hal ini biasa dilakukan oleh tukang service ac yang “kelewat murah” misalnya mereka yang mengenakan biaya Rp. 25,000 per unit.  Mereka cenderung mencari income tambahan melalui ini dan itu yang seharusnya tidak perlu, misalnya penambahan freon di atas atau penggantian kapasitor motor fan.

Di sinilah pentingnya kita mengenali kebiasaan tukang ac kita.  Apakah setiap kali mencuci ac selalu saja ada tambahan biaya ini dan itu?  Bila ya, ada baiknya kita mencari tukang ac lain.  Bila tidak ada tambahan lain, bisa jadi tukang ac langganan kita memang termasuk jujur.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 4 Comments